Cerita ini merupakan kisah nyata dari seorang pemilik yang saya kenal memiliki 2 unit apartemen di Lippo Kemang Village. Apartemen tersebut dibeli dari seorang agen yang memang sudah ternama disana. Agen ini cukup menguasai pasar di wilayah Lippo Kemang Village hingga ada ungkapan bahwa agen lain disana saja sungkan sama beliau ini. Begini kisahnya.

Membeli melalui agen ini, awal yang indah

Awal perkenalan antara si pemilik dengan agen ini dari transaksi pembelian unit apartemen. Memang sudah sesuatu yang normal ketika kita membeli unit apartemen dan saat ingin menyewakan kita langsung memberikan “bisnis” tersebut kepada agen yang telah menjual kepada kita. Semua berawal cukup baik tidak ada hal hal yang aneh.

Menyewakan melalui agen ini

Menyewakan apartemen di lippo kemang village memang sangat menjanjikan. Hasil sewanya cukup bagus karena target pasar di wilayah sana banyak terdapat expat yang memakai unit apartemen sehingga harga sewa menjadi tinggi dan dibayar dengan dollar usd. Sebagai pemilik tentu senang saat mendapatkan unit telah tersewa kepada WNA yang bekerja di Jakarta.

Tahun pertama sewa menyewa berjalan dengan baik, pemasukan pun berjalan dengan lancar. Namun keindahan ini tidak berjalan lama karena pada tahun kedua mulai ada berita masuk dari agen properti tersebut.

Kabar buruk mulai masuk

Agen mulai menghembus kan modus nya, yaitu memberi kabar kepada pemilik bahwa kondisi pasar sedang tidak bagus, apakah boleh unit disewakan per bulan saja.

Tentu, sebagai pemilik yang tidak tinggal di wilayah tersebut kita hanya bisa percaya kepada agen saja. Apalagi dulu belum banyak alat yang bisa dijadikan alat riset harga pasaran seperti saat artikel ini ditulis tahun 2020. Maka si pemilik pun mengiyakan masukan dari agen yang terdengar baik.

Maka prosedur pembayaran pun berubah menjadi melalui agen, si penyewa membayar sewa ke agen, lalu agen pun meneruskan pembayaran kepada pemilik. Disinilah letak cara curang dan permainan agen tersebut. Pemilik tidak tahu berapa yang dia tagih kan ke penyewa karena kontrak tidak di update / di perbaharui. Sehingga ketika harga sewa di turunkan dan pembayaran menjadi bulanan dan melalui agen. Si Agen ternyata di lapangan menagihkan sewa lebih tinggi dari harga yang dia katakan ke pemilik. Sehingga ada selisih yang cukup besar disana.

Ini yang disebut dengan upping harga tanpa sepengetahuan pemilik. Uang sewa yang harus nya seluruhnya menjadi milik pemilik menjadi di korupsi oleh agen tersebut. dan saya percaya pasti ini terjadi dengan banyak sekali pemilik properti apartemen yang mempercayakan unit nya kepada pemilik. Oleh karena itu bila anda sudah lama menyewakan properti anda melalui agen, ada baiknya anda melakukan update harga dan kontrak dengan langsung kepada penyewa. Barangkali harga sudah dinaikkan namun anda sebagai pemilik tidak dapat informasinya.

Riset Harga Properti

Pemilik Melakukan Cek Harga Pasar

Dengan menggunakan kecanggihan teknologi, saat ini kita bisa melakukan riset pasar secara terbuka yaitu dengan menggunakan aplikasi marketplace properti yang ada dipasaran seperti rumah.com atau rumah123. Cukup memasukkan nama apartemen dan juga spesifikasi yang sama disana anda bisa menemukan berapa harga pasaran sewa disana.

Maka pemilik pun melakukan riset harga dan menemui bahwa harga sudah tidak lagi di level yang dikatakan oleh agen, namun sudah jauh di atas, maka si owner menghubungi agen agar pada bulan depan harga sewa tidak lagi sama, namun di naikkan ke angka yang seharusnya. Pada awal nya si agen keberatan (ya tentulah, kan uang korupsi dia jadi terganggu!) namun karena owner sudah tahu dan kuat pada pendiriannya akhir nya si agen pun menyetujui kenaikan harga tersebut.

Agen Mulai Marah-Marah

Beberapa bulan sejak kenaikan harga tersebut ada laporan bahwa pihak penyewa tidak lagi ingin meneruskan sewanya, entah karena alasan apa. Namun bisa saja dugaan owner, si pihak penyewa ini dinaikkan harga sewanya tinggi tinggi sehingga si penyewa mau tidak mau pindah ke unit lain yang dimana si agen bisa korupsi uang sewa.

Singkat cerita, maka si penyewa pun pindah dan tidak lagi menyewa di unit apartemen pemilik yang saya kenal ini dan terjadilah pemutusan kerja sama dengan agen properti ini.

Foto Orang Kecurian

Tidak Profesional dan Barang Hilang

Ada 2 hal yang cukup mengganggu pertama agen tidak berlaku profesional dengan tidak ingin bertemu muka dengan owner, ketika serah terima kunci unit apartemen, si agen tidak bersedia keluar kantor hanya menaruh kunci di meja resepsionis saja. Kedua, ternyata banyak sekali barang yang hilang di unit apartemen tersebut.

Beruntungnya si pemilik dari awal sewa menekan kan pentingnya security deposit, jadi diawal sewa pihak penyewa ada mentransfer uang sejumlah Rp 10 juta untuk menyewa apartemen sebagai salah satu persyaratannya. Dan owner ada foto seluruh kondisi apartemen saat apartemen itu baru disewakan dan foto nya di wa ke agen untuk di verifikasi bahwa foto sesuai kondisi apa adanya.

Dengan bermodalkan foto dan security deposit itulah, owner akhirnya bisa meminimalisasi kerugian yang dia alami dari kelakuan agen yang nakal seperti ini.

Jadi Kita Harus Bagaimana?

Pertama, anda tidak bisa lepas tangan begitu saja dan percaya kepada agen. Agen yang awalnya baik ternyata bisa berubah dan berulah menyerang kita dari belakang tanpa kita ketahui. Perlu untuk kita sebagai owner melakukan cek harga kepada agen sekeliling setidaknya setahun sekali. Apalagi dengan adanya banyak marketplace properti seperti rumah123 dan rumah.com kita bisa melakukan pemeriksaan dengan online dari handphone kita.

Kedua, pentingnya untuk memastikan agen kita melakukan pemeriksaan terhadap unit kita setidaknya 6 bulan sekali agar memastikan semuanya masih dalam kondisi baik.

Ketiga, pentingnya untuk memastikan bahwa uang sewa masuk langsung ke rekening pemilik tanpa melalui rekening agen properti. Disini nanti anda wajib memberikan kwitansi tanda terima yang diberi materai. hal ini tidak sulit karena biasanya hanya dilakukan beberapa kali dalam setahun atau bahkan hanya sekali dalam setahun.

Terakhir, ketika menyewakan properti anda apapun itu penting untuk meminta security deposit yang nominal nya bisa di negosiasikan dengan pihak penyewa tanpa harus memberatkan. Dan kontrak tertulis dengan jelas.

Semoga pengalaman terhadap menyewakan apartemen di lippo kemang village bisa menjadi pelajaran bisa kita semua dimana pun anda berada. Agen properti yang melakukan praktek modus yang merugikan pemilik tersebut masih bekerja dan masih menjadi salah satu agen yang cukup dominan disana ketika artikel ini di tulis, jika anda membaca artikel ini dan mendapati ada kesamaan dalam pengalaman anda dengan pemilik di cerita ini.

Anda wajib berhati hati dan mulai mengambil langkah dengan bijaksana. Terima kasih.

Bagikan properti ini kepada teman anda